
Selain pete, banyak orang yang tidak menyukai jengkol. Alasannya
sama, yakni karena baunya yang sangat menyengat, terutama ketika sedang
buang air kecil. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang gemar
menyantap makanan ini karena jengkol bisa diolah menjadi berbagai macam
masakan yang memiliki cita rasa lezat dan tentu saja mampu menggugah
selera.
Manfaat Makan Jengkol
Selain rasanya yang cukup lezat, manfaat jengkol ternyata sangat baik
untuk kesehatan. Bagi Anda yang tidak menyukai jengkol, mungkin Anda
harus mengetahui beberapa manfaat baik mengonsumsi jengkol. Berikut di
antaranya:
1. Sumber protein
Seperti yang Anda tahu bahwa tubuh membutuhkan asupan protein yang
cukup. Umumnya, Anda mendapatkan asupan protein tersebut dari daging,
tahu, tempe, susu, dan makanan lainnya. Tahukah Anda bahwa jengkol bisa
menjadi sumber protein? Kandungan protein pada jengkol juga dipercaya
melebihi kandungan protein dalam kacang hijau. Akan tetapi, yang perlu
Anda perhatikan adalah jangan mengonsumsi jengkol terlalu banyak dan
konsumsilah dalam jumlah yang wajar. Sesuatu yang berlebihan itu tidak
baik, Teman Hehat!
2. Mencegah penyakit mag
Memiliki kebiasaan menunda makan atau telat makan akan menyebabkan
penyakit mag. Jika Anda memiliki mag, maka akan berdampak pada lambung
dan tentu saja akan sangat berbahaya. Manfaat makan jengkol secara rutin
ternyata bisa mencegah penyakit mag. Sebuah penelitian yang dilakukan
pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang makan jengkol cenderung
terlindungi dan terhindar dari gangguan pencernaan, seperti mag. Oleh
sebab itu, mulai sekarang jangan membenci jengkol lagi!
3. Menangkal radikal bebas
Jika tubuh kekurangan antioksidan, maka racun atau radikal bebas akan
mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit.
Sebaiknya, mulai sekarang Anda rutin mengonsumsi jengkol. Hal ini
dikarenakan jengkol mengandung banyak antioksidan yakni polifenol,
terpenoid, dan alkaloid yang mampu melawan radikal bebas di dalam tubuh
yang bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik
lainnya.
4. Pembentukan jaringan tubuh
Kandungan protein tinggi dalam jengkol dapat membantu pembentukan
jaringan di dalam tubuh. Kandungan protein jengkol jauh lebih banyak
bila dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang hijau dan
keledai.
5. Mencegah anemia
Jengkol juga kaya zat besi di mana zat besi merupakan peran yang
sangat penting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan produksi sel
darah merah dalam tubuh. Anda tentu tahu bahwa ketika tubuh kekurangan
zat besi, produksi sel darah merah akan berkurang. Akibatnya, suplai
oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh juga
akan berkurang.
Efek kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke sel akan menurunkan
fungsi atau kinerja sel. Tidak heran jika seseorang memiliki kekurangan
zat besi, dia akan terlihat lemah, mudah lelah, dan putus asa. Nah,
bagi Anda para wanita, ketika sedang menstruasi, mengonsumsi jengkol
sangat disarankan agar tubuh Anda tidak kekurangan zat besi karena
jumlah darah menstruasi keluar dari tubuh.
6. Mencegah tulang rapuh dan memperkuat tulang dan gigi
Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain dalam jengkol adalah
kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang dibutuhkan oleh tulang.
Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang rapuh (osteoporosis). Jadi
sering mengonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup bisa membuat tulang
di tubuh Anda menjadi lebih kuat.
7. Mengatasi penyakit jantung koroner
Jengkol adalah makanan yang bersifat diuretik (pembuangan urine
menjadi halus). Pembuangan urine yang halus sangat baik untuk penderita
penyakit jantung.
8. Merampingkan perut
Jengkol juga bisa membantu merampingkan perut buncit. Kandungan serat
yang tinggi dapat melancarkann BAB sehingga secara tidak langsung
membuat perut menjadi langsing. Salah satu penyebab perut buncitnya
seseorang adalah karena buang air besar tidak lancar dan tidak teratur.
9. Mencegah diabetes
Hebatnya, jengkol dapat mencegah timbulnya diabetes. Jengkol memiliki
zat yang tidak ditemukan pada bahan makanan lainnya. Zat itu disebut
asam Jengkolat. Asam jengkolat ini membentuk kristal yang tidak larut
oleh air. Karena sifat diuretik jengkol ini tidak dianjurkan untuk
dikonsumsi oleh orang-orang yang mengalami gangguan ginjal.
Dikhawatirkan ginjal tidak akan bisa menyaring buah jengkol asam
jengkolat. Akibatnya ginjal tidak mampu menyaring asam jengkolat yang
sulit berhentinya buang air kecil.
10. Mengatasi penyempitan pembuluh darah
Penderita penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah
sehingga darah yang mengalir menuju jantung menjadi lancar. Kandungan
mineral dalam jengkol itu dapat melebarkan pembuluh darah yang menyempit
dan mencegah pembuluh darah menyempit kembali. Nah, agar khasiat jengkol menjadi optimal, sebaiknya jangan memasak jengkol terlalu matang.
11. Mengatasi sembelit pada ibu hamil
Wanita hamil sering mengalami konstipasi. Kandungan serat dalam
jengkol dapat mengatasi masalah konstipasi. Dengan kata lain, serat
dalam jengkol membantu pencernaan dan buang air besar. Tapi tetap tidak
terlalu banyak mengonsumsi jengkol ya. Makan jengkol sesuai dengan
jumlah yang disarankan.
12. Pertumbuhan tulang dan gigi pada janin masih dalam kandungan
Jengkol juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin
yang masih dalam kandungan. Tumbuhnya tulang dan gigi bisa berjalan
maksimal berkat kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi dalam jengkol.
13. Menstabilkan organ vital di dalam tubuh
Organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil
ketika tubuh memenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B6. Situasinya
berbeda jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B6. Tidak heran
jika ibu hamil juga disarankan mengonsumsi makanan yang kaya asam folat
untuk perkembangan janin. Salah satu contoh makanan yang kaya asam folat
adalah jengkol. Namun perlu diingat bahwa konsumsi jengkol dalam jumlah
sedang. Jangan terlalu berlebihan karena konsumsi berlebihan jengkol
akan kurang baik efeknya pada ginjal.
14. Cegah cacat pada bayi
Kandungan asam folat dalam jengkol juga dapat mencegah cacat bawaan pada bayi.
15. Mengontrol kadar gula darah
Khasiat jengkol lainnya adalah dapat mengontrol kadar gula darah
sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jengkol
mengandung gula yang ‘ramah’ bagi penderita diabetes. Gula dalam jengkol
adalah gula yang paling mudah diurai sehingga aman bagi penderita
diabetes.
Berbeda dengan gula pada makanan lain seperti makanan yang mengandung
karbohidrat. Gula yang mudah terurai di jengkol kemudian akan diubah
menjadi energi oleh tubuh. Akibatnya, stamina tubuh akan meningkat.
Proses penguraian gula sempurna tidak akan menyebabkan timbunan gula
darah di dalam tubuh.
Cara Menghilangkan Bau Jengkol
Berikut cara menghilangkan bau jengkol di mulut yang bisa Anda
lakukan saat makan jengkol. Cara ini juga bisa dilakukan ketika makan
petai:
- Berhenti makan jengkol saat sepertiga satu porsi makan nasi
- Sikat gigi setelah makan jengkol dan bilas dengan air hangat dicampur dengan sedikit garam.
- Hindari makan jengkol mentah
- Gosok gigi dengan bubuk kopi lalu bilas dengan air bersih
- Berkumur dengan air lemon yang dicampur dengan air
- Berkumur dengan bumbu yang dihaluskan, seperti jahe, cengkeh, kencur, dan biji adas
- Mengonsumsi daun kemangi saat makan jengkol
Nah, itu dia manfaat makan jengkol untuk kesehatan tubuh yang jarang Anda ketahui. Jadi, masih ragu makan jengkol karena aromanya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar